Mendikdasmen Ajak Peserta Didik menjadi Anak Indonesia Hebat melalui Pertemanan dan Lingkungan Positif

banner 468x60

Tiba-tiba, dari barisan belakang, seorang siswa SMA bernama Waldan maju ke depan. Waldan dengan tenang, mengambil alih panggung dan melengkapi pantun Denas dengan rima yang jenaka dan relevan. “Beli Buah ke Pasar, jangan lupa bertemu Radit. Rajinlah kita belajar, kalau besar dapat duit,” tutur Waldan.

BACA JUGA :  Wilson Lalengke Dijadwalkan Berpidato di Komite Keempat PBB tentang Isu Sahara Maroko dan Hak Asasi Manusia

Pantun kolaborasi siswa SD dan SMA ini berhasil memecahkan suasana tegang yang seketika berubah menjadi hangat dengan gelak tawa. Menteri Mu’ti pun tak kuasa menahan senyum dan tepuk tangan meriah.

banner 300250

Waldan berhasil mengubah tantangan Denas menjadi pesan motivasi yang kocak dan mudah dicerna yakni merangkum esensi pendidikan bahwa dengan belajar keras berujung pada kemakmuran.

BACA JUGA :  Lahan Masyarakat Masuk Peta IUP Eksplorasi PT BSM, GerPALA: Ini Bukan Sebatas Tambang, Tapi Pengkhianatan Hak Rakyat

Terinspirasi oleh kecerdasan spontan ketiga anak itu, Mendikdasmen spontan membuka dompetnya, memberikan apresiasi langsung atas keberanian dan kreativitas Denas, Radit, dan Waldan. Lebih dari sekadar uang tunai, hadiah spontan ini adalah simbol penghargaan atas keberanian, kreativitas, dan semangat kolaborasi antar jenjang pendidikan yang sederhana namun konkret. (*)

BACA JUGA :  Diundang Kedubes Rusia, Wilson Lalengke Akan Mengikuti Seminar Internasional terkait Konflik Rusia-Ukraina

 

Komentar