Klinik Pratama Armelia di Rutan Mentok Berstandar Nasional

banner 468x60

MUNTOK – Paradigma lama yang memandang layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat ala kadarnya, kini mulai terpatahkan lewat akreditasi yang diraih klinik di Rumah Tahanan (Rutan) Muntok. Klinik Pratama Armelia tersebut kini berstandar nasional dan sejajar dengan fasilitas kesehatan pada umumnya.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly menyampaikan pihaknya ingin menepis pandangan umum bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi bersifat seadanya, padahal hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan medis bermutu adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

Ia menjelaskan, klinik tersebut tidak hanya melayani Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga dibuka untuk keluarga WBP, pegawai rutan, masyarakat umum dan peserta BPJS Kesehatan, keberadaan klinik tersebut harus dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin membuktikan bahwa rutan bukan lagi tempat yang suram dalam hal pelayanan dasar, ini adalah bukti bahwa standar medis di sini dapat setara dengan fasilitas kesehatan publik di luar sana,” ujar Karutan.

BACA JUGA :  Tim Transformasi Bentukan Kapolri Ditolak Presiden, Wilson Lalengke: Semestinya Listyo Mundur Saja

Klinik di lingkungan rutan memiliki peran yang jauh lebih kompleks dibandingkan faslitas kesehatan lainnya, karena keberadaannya juga harus mampu mendeteksi dini dan memitigasi risiko kesehatan terhadap penghuni rutan.

Andri Ferly menyampaikan proses untuk meraih predikat ini membutuhkan perjuangan panjang, mulai dari pembenahan sarana prasarana, penguatan prosedur operasional standar (SOP), hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komentar