Alamp Aksi Aceh Minta APH Tetap Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Penanganan Longsor Pameu-Genting Gerbang

banner 468x60

ICJN, BANDA ACEH – DPW Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (Alamp Aksi) Aceh meminta aparat penegak hukum untuk tetap melakukan penyelidikan mendalam atas dugaan penyimpangan pada proyek penanganan longsor di jalur Pameu-Genting Gerbang. Desakan ini disampaikan menyusul klarifikasi kontraktor melalui media online yang dinilai belum menjawab sejumlah temuan teknis serta indikasi pelanggaran prosedur di lapangan.

BACA JUGA :  Kabid Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya Diduga Lecehkan Wartawati, Wilson Lalengke Desak Pejabat Tersebut Mengundurkan Diri

Ketua DPW Alamp Aksi Aceh, Mahmud Padang, mengatakan pihaknya menerima informasi serta dokumentasi yang menunjukkan dugaan bahwa pekerjaan pondasi tiang bore file pada bagian lereng proyek tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan. Menurut laporan warga dan tenaga teknis di lapangan, pemasangan bore file yang seharusnya memiliki kedalaman enam meter diduga hanya masuk lima meter. Setelah itu, tulangan diduga dipotong di permukaan dan lubang langsung dicor sehingga terlihat seolah-olah telah selesai terpasang sempurna.

“Apabila benar bore file dipasang tidak sesuai kedalaman dan tulangan tidak tertanam penuh hingga ke dasar fondasi, maka kekuatan struktur penahan tebing tentu tidak terjamin. Ini bukan sekadar kekurangan mutu, tetapi menyangkut keselamatan publik yang menggunakan jalan tersebut setiap hari,” kata Mahmud di Banda Aceh, Minggu malam, 26 Oktober 2025.

BACA JUGA :  Asia’s Role in Global Diplomacy: Wilson Lalengke Diagendakan ke Komite Keempat PBB Bahas Sahara Maroko dan HAM

Komentar